Santri Zaman Now Jangan Suka Bangkong Setelah Subuh

Santri Zaman Now Jangan Suka Bangkong Setelah Subuh

Terkadang manusia selalu mencari kambing hitam jika rezeki seret. Ada gerangan apa di luar? Sesungguhnya bersikap demikian adalah kurang tepat. Kesalahan bisa jadi pada diri kita sendiri.
Gambar punya santrimadura
Syeikh Ibrahim Bin Isma'il Al-Zarnuji pengarang kitab Ta'limul Muta'allim yang menyebutkan itu di dalam kitabnya. Adanya indikator kesalahan manusia sendiri. Ada tiga hal seperti disebutkan di dalam kitab, yakni tidur setelah subuh, terlalu lama tidur, dan berbuat ingkar terhadap aturan Allah atau maksiat.

"Jika ditelaah lebih mendalam pesan yang uraian yang terekam di dalam kitab itu, maka kita akan sadar bahwa semuanya adalah bermuara dari kita sendiri," katanya mengutip kitab kebanggaan warga pesantren itu.

“Kenapa kita tidak boleh disarankan tidak boleh tidur setelah subuh? Karena waktu setelah subuh sampai menjelang pagi sangat dianjurkan semaksimal mungkin untuk mempersiapkan bekal di waktu berikutnya. Yang bekerja, dapat bersiap sedia berangkat menjemput rizki,”

Bagi pelajar, waktu tersebut sangat dianjurnakan untuk menelaah pelajaran yang telah lampau. Bahkan bagi seorang yang sedang menghafal Al-Qur'an, dianjurkan pula mempertajam hafalannya di saat itu.

Terlalu banyak tidur juga sangat menghambat produktifitas. Dan akhirnya akan menerbitkan kekecewaan yang tiada akhir. Karena umur akan terus bertambah, meskipun dibuat tidur. Dan jika umur sudah mendekati batas, sementara bekal menuju alam yang kekal belum memadai, rasa sesal akan memenuhi sanubari.

Sementara itu sudah barang tentu seorang muslim akan mengalami bencana, baik di dunia berupa seretnya rizki maupun di akhirat berupa siksaan yang pedih, jika dia berbuat maksiat. Ini sesuai dengan Firman Allah SWT yang menyimpulkan, “Jika engkau bersyukur maka akan Kutambah nikmat-KU. Dan jika engkau ingkar, maka akan Kucabut nimat itu dan akan Kusiksa.”

"Penalaran ini sekaligus mematahkan anggapan yang menyatakan, tidur setelah subuh sebagai mitos orang Jawa belaka,"

Akhirnya kepada kita semua kabaikan dan kejelekan bermuara. Sebagaimana diumpamakan pada salah satu sabda Nabi Muhammad, "Seseorang akan memanen sesuai yang ditanamnya."

Gambar: @herawatisitirukmana_
Regram: @santrimadura

#cahpondok #santri

Baca Juga
SHARE
Saiful Anwar
Seorang Santri dan pecinta teknologi informasi, Blogger sejak 2013

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post