jcKe6RqBmvMJzERcfgSEadnZMSjYoEKZWuyTEtwN
Tips Mencegah Dan Mengobati Gudiken Pada Santri

Tips Mencegah Dan Mengobati Gudiken Pada Santri

Scabies merupakan salah satu penyakit yang kerap kita jumpai pada kulit yang disebabkan oleh kuman Sarcoptes scabiei yaitu sejenis kuman yang bentuknya seperti tungau yang memparasitkan diri pada kulit manusia sehingga mengakibatkan rasa gatal pada kulit dan menimbulkan papul, panas bahkan menyebabkan ulkus dan erosi pada kulit.


Tidak diragukan lagi bagi santri yang hidup di pondok pesantren, hampir yang pernah nyantri pasti tahu jenis penyakit ini, baik santriwan maupun santriwati (wah kalo cewek sebenarnya saya gak tahu) 😅, dan dalam bahasa jawa ada yang menyebut dengan “Gudiken”. Gudiken sendiri dikalangan santri merupakan hal wajar dan kerap terjadi, bukan berarti pondok pesantren merupakan tempat tumbuhnya penyakit kulit ini, tetapi tergantung tingkat kebersihan lingkungan pesantren tersebut, dan itupun tidak semua santri yang gudiken, Cuma 1, 2 atau satu kamar saja :v, bahkan saat ini banyak pesantren yang sudah steril dari kuman-kuman gudiken sehingga gudiken tidak pernah muncul di pesantren tersebut. Kebayangkan jika kang-kang santri atau Mbak-mbak santriwati gudiken.? Jadi tidak pede dong, apalagi pas ketemu di jalan :v lihat tanganya penuh dengan rumah monster yang mengerikan. Waduh…😎

Baca Juga : AIS NUSANTARA Sebagai Wadah Media Digital Networking Santri

Gudiken merupakan penyakit yang mudah menular, antara manusia dengan manusia, hewan dengan hewan atau manusia dengan hewan dan sebalinya, makhluk kecil yang disebut Sarcoptes scabiei ini akan memberika sensasi gatal yang hebat ketika malam hari tehadap penderita.
Bagaimana Santri Bisa Ketularan Gudiken.

Umumnya scabies akan mudah menyerang ras yang berkelompok-kelompok, lebih mudahnya penyakit ini mudah menular terhadap mereka yang sering berkumpul dan bersentuhan dari kulit ke kulit, apalagi santri yang hampir seluruh aktifitas di pondok dilakukan bersama-sama, mulai dari tidur sebantal, mandi, handuk kadang bergantian, dan makan pun dengan mayoran (makan bersama diatas nampan/wadah). Jika ada salah satu santri yang menderita gudik entah itu bawaan dari rumah atau ketularan teman lainya dan belum sepat ditangani dan diobati, maka dalam hitungan hari santri lainpun akan ketularan, entah dari ketika tidur, salaman, mayoran, memakai pakaian gantian (pinjem). Makanya jika seluruh santri kompak menjaga kebersihan pada diri dan lingkungan, dapat dipastikan monster ini tidak akan menyerang santri.

Cara siMonster Bekerja Didalam Kulit Santri.

Kuman yang berbentuk seperti tungau (monster) ini, setelah jantan dan betina kawin (biasanya kawin diatas kulit) sijantan akan mati dan yang betina akan membuat terowongan didalam kulit sedalam 2-3 mm, terowongan tersebut akan ditempati betina untuk bertelur, dan dalam sehari monster ini akan bertelur sekitar 2-4 butir, kemudian setelah mencapai sekiar 50 butir sibetina akan membuahinya dan kemudian telur tersebut akan menetas antara 4-5 hari. Akhirnya gudik akan semakin banyak dikulit penderita. Efek gatal yang luarbiasa biasanya akan dirasakan penderita ketika malam hari, Pruritus (rasa gatal pada malam hari) dikarenakan aktivitas monster lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Penderita akan menggaruk-garuknya dengan tanpa sadar karena biasanya rasa gatal akan dirasakan ketika tidur dan saat digaruk rasanya biasnya enak dan kayak ngeflay-ngeflay gitu. Alhasil pagi harinya bekas garukan itu akan menjadi lecet dan luka, disinilah yang membuat gudiken tidak sembuh-sembuh.

Tips Mencegah Gudiken Pada Santri

Mencegah lebih baik daripada mengobati, istilah tersebut sangatlah benar dan yang penting adalah sebesar apa upaya kita dalam menanggulangi penyakit scabies atau gudiken tersebut. Tipsnya sangatlah mudah, yaitu jaga betul-betul kesehatan kulit kamu, mulai dari ketika mandi jangan lupa pakai sabun, sebelum makan cuci tangan dulu dan lainya, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan pakaian bahkan sebagian ahli menganjurkan untuk merendam dengan air hangat atau panas bagi penderita scabies, lingkungan kamar, komplek pondok tetap bersih dan steril dari berbagai macam kuman yang mudah menempel pada santri. Jangan lupa juga minum vitamin yang akan membatu memelihara daya tahan tubuh kamu dari serangan scabies. Kamu dapat mencegah datangnya virus  scabies yaitu engan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, ruangan kamar jangan terlalu lembab dan harus terkena sinar matahari serta menjaga kebersihan diri dan anggota kamar tetap baik.

Jika berkenan adakan penyuluhan mengenai bahaya Scabies di pondok kamu, bisa bekerjasama dengan Unit kesahatan yang ada dipondok, puskesmas dan dinas kesehatan lainya, agar tertanam pada setiap santri untuk waspada dan berusaha menjaga kesehatan, kebersihan dan keindahan lingkungan pesantren.

Tips Mengobati Gudiken Pada Santri.

Untuk mengobati gudiken, paling ampuh adalah dengan salep atau krim yang mengandung zat seperti Permethrin atau sejenisnya, zat tersebut sangatlah ampuh untuk membunuh kuman scabies, kamu bisa dengan mudah mendapatkan salep tersebut diapotek-apotek terdekat dan harganya pun murah. Jika infeksi scabies sudah parah (biasanya hingga keluar nanah) solusi terbaik adalah dibawa ke dokter, biasanya sama dokter akan disuntik dan dikasih obat yang sangat ampuh membasmi gudiken.

Demikian sedikit tips mengenai Cara Mencegah dan Mengobati Gudiken Pada Santri, ayo jaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri, anggota kamar, komplek dan lingkungan pesantren dari ancaman scabies atau gudiken. Kan jadi semangat cari ilmunya jika tubuh sehat dan lingkungan juga sehat.
Baca Juga
SHARE
Saiful Anwar
Seorang Santri dan pecinta teknologi informasi, Blogger sejak 2013

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post