jcKe6RqBmvMJzERcfgSEadnZMSjYoEKZWuyTEtwN
Memasang Antena Wifi dan SXT di Pesantren

Memasang Antena Wifi dan SXT di Pesantren

Entah dilihat dari segi apanya, saya yang serba kekurangan di bidang IT (Informasi Teknologi) akhir-akhir ini disuruh menjadi operator segala kebutuhan Multimedia di pesantren saya.
Hanya lulusan bidang Otomotif, saya disuruh mengoperasikan berbagai peralatan teknologi informatika, mulai dari radio, video dan lain sebagainya

Antena SXT Dipasang Di atas kamar

Alhasil saya juga disuruh untuk mendampingi tukang yang memasang peralatn untuk keperluan sembarang kaler itu. Iya hitung-hitung ini saya jadikan sebagai pengalaman baru dan juga khidmad saya di pesantren saya, doakan saja semoga ilmunya bermanfaat dunia akhirat.

Hari itu lupa hari apa, saya sebelumnya sudah diberi tahu oleh penanggung jawab program multimedia bahwa saya ditugasi untuk mendampingi para tukang ketika memasang Wifi sekaligus antena-antenanya.

Maklum kebiasaan habis sholat dhuha, saya langsung molor dikamar, jadi ketika tukang datang sekitar pukul 10.00 WIB saya lagi dikamar bersama bantal kesayangan saya. Tukang sepertinya bingung dia nanya ke teman-teman saya untuk memanggilkan saya.

Dan ditemukanlah saya berada di kamar kantor pengurus sedang ngiler, setelah saya dibangunkan saya bergegas menuju ke kamar mandi, karena ingat kemarin pesan Pak Joe untuk mendampingi tukang ketika akan memasang Wifi di pondok pesantren

Setelah melakukan ritual di kamar mandi, dan merasa diri ini sudah pantas untuk keluar menemui para tukang pemancar tersebut, Tukang saat itu berjumlah 2 orang, mereka berasal dari salah satu penyedia layananan pemasangan peralatan jaringan di Kota Malang.

Peralatan pun sudah dipersiapkan untuk memberi  fasilitas jaringan internet melalui WIfi di pesantren,yang saya ingat ada beberapa peralatan yang dibutuhkan ketika memasang wifi, karena disini pemasangan tidak menggunakan jalur Telepon, melainkan yang saya ketahui adalah menembak dari pemancar Wifi.

Saya jadi ingat dengan Antena Wajanbolic yang digunakan untuk menangkap sinyal WIfi dari jarak yang cukup jauh, pemasangan Wifi di pesantren juga hampir sama, namun tidak menggunakan Antena wajanbolic, tetapapi menggunakan antenna sejenis wajanbolic yang sudah builtup atau sudah buatan pabrik, setahu saya Antena Wajanbolic itu antenna rakitan yang ditemukan oleh orang daerah Jawa Tengah kalau tidak salah.

Untuk bermain tembak-menembak sinyal internet yang saya lihat ketika tukang akan memasang peralatannya , sempat saya tanyakan apa saja yang dibutuhkan untuk menangkap sinyal wifi dari jarak yang lumayan jauh, bisa mencapai 20 Km.

Berikut Bahan-bahan Untuk Pemasangan Antenanya


  1. PIPA Besi panjang sekitar 11 M.
  2. Router  Wifi berkecepatan hingga 300 Mbps  2 Buah
  3. Mikrotik SXT (Lupa Model Apa)
  4. Hampir mirip wajanbolic Cuma sudah rakitan (Tidak tahu namanya)
  5. Kabel LAN hampir 150M
  6. Dan Beberapa stopkontak.


Yang saya tahu bahan-bahanya itu, entah apa ada yang kurang atau gimana, saya tidak faham karan saya hanya mendampingi tukang dan jarang sekali saya bertanya-tanya.

SXT RouterBoard Mikrotik

Hari pertama adalah focus memasang PIPA sebagai tiang penyangga Antenna yang mirip wajan itu, hampir 16 Jam saya mendampingi tukang, biasanya kata tukang itu, durasi selesai peamasangan tergantung medan yang di kerjakan, kebetulan di pesantren saya medan lumayan sangat sulit, untuk mengakses posisi yang tepat atau LOSS harus naik ke laintai 3 kamar santri.

Untuk menuju keatas lumayan sulit, karena tidak ada jalan untuk melewatinya, semenjak proses pembangunnan selesai, jadi akses untuk menuju lantai 3 sementara di tutup, hanya ada asbes atau gelombnagn yang meutupi jalan, itupun harus menjebolnya.

Setelah bisa naik, peralatanpun kami tarik keatas menggunakan tali. Setelah semuah siap, Pipapun dipasang, Yang bertugas memasang adalah tukang yang sudah begitu tua, tapi bagaimana pun itu pekerjaan mereka jadi sudah biasa naikturun di ketinggian hingga 20 m bahkan lebih tanpa pengamanan yang terjamin.

Saya ketika melihat bapak tukang sedang naik memasang pipa, hati saya selalu ketir-ketir dan khawatir , maklum bayangkan Cuma satu pipa kecil berdiri tegak hanya di topang oleh kawat-kawat kecil pula, tingginya dari atas lantai 3 itu sekitar 8 meter dan ditambah tinggi pipanya 11 meter jadi total ketinggian yang dinaiki bapak itu hampir 20 M, tinggi banget.
Baca Juga
SHARE
Saiful Anwar
Seorang Santri dan pecinta teknologi informasi, Blogger sejak 2013

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post