jcKe6RqBmvMJzERcfgSEadnZMSjYoEKZWuyTEtwN
Lanjutan Sarungan Kumpul Bareng Orang Aneh #1

Lanjutan Sarungan Kumpul Bareng Orang Aneh #1

Oke lanjut ke lanjutan cerita di postingan Sarungan Kumpul Bareng Orang Aneh
Iya sesuai dengan judul cerita diatas,  yaitu “SARUNGAN” memakai sarung memang identik dengan seorang yang akan melaksanakan ibadah, sholat, ngaji, ke majelis dan pastinya santri identic dengan sarungan, budaya sarungan ini dapat kita jumpai di Indonesia dan negera tetangga Malaysia.

Di zaman yang modern dan segalanya serba harus hits dan kekinian, saya sebagai seorang santri tetap teguh pendirian dalam memilih Style, ya kemana-mana saya memang lebih suka memakai sarung. Meskipun bagian atasnya berupa kaos atau baju koko, jaket dan lainya, sarung akan selalu menyertainya.

Dengan Gaya Kece, Pengunjung Difoto oleh fotographer Sarungan

Maka dari alasan di atas, saya kemana-mana memang memakai sarung, termasuk ke Mall atau pasar, took-toko besar dan sampai mengunjungi tempat wariwisata saya memakai sarung. Disini saya mulai terbiasa dengan kondisi gaya yang memang saya pilih.

Sebenernya ini hanya butuh mental-mental baja, iya, ceritanya ketika berada di Coban Rais. Sudah tentu kita tahu, tempat-tempat yang unik dan kece saat ini memang sedang diburu para wisatawan, semenjak popuelernya Media Sosial terutama Instagram, berbagai gaya kekinian di upload, akhirnya berbagai spot dikawasan wisata-wisata saat ini lagi berlomba-lomba membuat aneka spot yang mengundang perhatian para remaja.

Tempat seperti ini jika saya prosentase hampir 99% pengunjunnya adalah para muda-mudi dan mereka kebanyakan pelajar atau mahasiswa. Tahu sendiri kan bagaimana gaya seorang Mahasiswa, pasti keren-keren. Yang saya alami di coban rais memang sungguh membuat saya belajar akan kesederhanaan yang memang datang dari diri sendiri, bukan bergaya kekinian yang sengaja di buat agar kelihatan kece dan ngetrend.

Sesampainya di Coban Rais, setelah memarkirkan sepeda motor, saya dengan teman saya langusung persiapan buat gaya-gaya an di coban rais, pinginya bisa foto di atas kayu berbentuk “I Love You” atau kayu berbentuk Hati, temen saya memang pingin tampil seperti layaknya remaja kekinian, make celana jeans dan pastinya sudah keren tampilanya.

Saya, iya saya yang hanya memakai sarung dan switter sambil membawa tas, padahal tas Cuma buat gaya-gaya an, dan kamera DSLR yang saya pinjam pada teman-teman di pesantren. Dari parkiran untuk menuju spot-spot keren dan Coban Raisnya dilakukan dengan berjalan kaki , dengan jarak kurang lebih 400 Meter.

Nah, selama berjalan menuju lokasi itu, setiap berpapasan dengan pengujung lainya, hampir yang saya jumpai adalah para mahasiswa dengan berpenampilan keren-keren, setiap berpapasan, pandangan mereka selalu tertuju kepada saya dan teman saya, atau hampir hanya tertuju kepada saya. Mereka melihat saya ini orang aneh kali ya, ngunjungi tempat wisata kok pakai sarung, wkwkwkwkwk.. 😂

Terus saya masak kudu lari atau sembunyi-sembunyi ketika di lihatin begitu, iya tidaklah saya tetap pada pendirian saya, saya harus tetap PD. Memang saya berfikir saat itu jika saya tidak memakai aksesoris tambahan seperti tas dan kamera mungkin saya tidak bisa PD, karena saya memakai aksesoris tersebut, dibenak saya biar mereka berfikiran begini ketika melihat saya “ Ohh… mungkin dia dari salah satu pesantren atau komunitas remaja muslim yang lagi mau ambil foto-foto hits di sini,” atau “Pake sarung, mungkin dia habis sholat di sekitar sini dan celananya tidak di pakai, ketinggalan atau kotor “ dan atau-atau lainya yang disitu dapat menyelamatkan saya dari ketidak PD an.

Nah itulah kisah gak jelas dan yang bisa saya tulis, paham atau tdak itu saya kembalikan kepada pembaca yang terhormat, terima kasih telah meluangkan waktu jika kebetulan sudah membaca kisah ruwet dan gak jelas ini, Komentar boleh dibagikan juga boleh.

Terima kasih, Wassalam
Baca Juga
SHARE
Saiful Anwar
Seorang Santri dan pecinta teknologi informasi, Blogger sejak 2013

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post